ASSALAMU 'ALAIKUM
Selamat Datang di Blog Yusuf Bimbi. Mudahan apa yang kami sajikan akan bermanfaat untuk anda
| WIB
Kondisi Cuaca Terkini
Mencari Lokasi...
--°C
Mohon tunggu...

Sejarah Suku Sasak: Dari Mana Sebenarnya Orang Sasak Berasal?

⏱️ Estimasi waktu baca: menit

Sejarah Suku Sasak

Edisi Khusus – Majalah Budaya Nusantara

Asal-Usul yang Sarat Versi

Dalam berbagai referensi yang beredar, asal-usul Suku Sasak selalu menghadirkan banyak versi. Salah satunya menyebut bahwa suku ini berasal dari manusia perahu yang dikenal dengan istilah “sak-sak”—yang dalam beberapa tradisi bermakna perahu.

Konon, manusia perahu tersebut berasal dari Jawa pada masa Majapahit, sebagian lainnya disebut dari Sulawesi. Dalam naskah-naskah lama, nama Sasak juga sering disebut bersama istilah “Lombok Mirah” dan “Lombok Adi”.

Etimologi Menurut Para Ahli

Menurut Dr. Goris S., istilah Sasak dapat ditarik dari kata *sah* yang berarti pergi dan *shaka* yang berarti leluhur. Teori ini hanya salah satu dari banyak pandangan yang berusaha menjelaskan asal kata tersebut.

“Banyaknya teori bukan suatu kelemahan. Justru memperlihatkan kayanya sejarah Suku Sasak dan luasnya kemungkinan jejak budaya yang membentuknya.”

Pendapat Berdasarkan Bahasa

Saya pribadi berpendapat bahwa Suku Sasak pada mulanya memang merupakan Suku Sasak itu sendiri, bukan berasal dari satu daerah tertentu. Bahasa Sasak yang unik dan tidak memiliki kesamaan dekat dengan bahasa Jawa, Bali, atau Sulawesi, menjadi salah satu dasar penting.

Jika benar berasal dari Jawa atau Sulawesi, tentu bahasa Sasak akan memiliki kemiripan struktur atau setidaknya unsur dasar yang serupa. Faktanya, tidak demikian.

Bukti Sosial dan Kebahasaan

Kita dapat melihat beberapa contoh masyarakat pendatang di Lombok yang masih mempertahankan bahasa asli mereka, seperti masyarakat Bugis di Tanjung Luar, komunitas Sumbawa di Dasan Baru, atau orang Bali di Cakranegara.

Bahasa tidak mungkin diciptakan ulang sepenuhnya oleh pendatang. Perubahan pasti terjadi, namun tidak akan menciptakan bahasa baru yang sama sekali berbeda.

Konteks Bahasa dan Identitas

Bahasa merupakan karya budaya yang sulit ditiru atau diciptakan ulang. Contohnya, 22 negara Arab tetap menggunakan bahasa Arab yang sama. Sebaliknya, Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa—bukti betapa kuat dan mandirinya tiap etnis dalam mempertahankan bahasanya.

Minimnya Catatan Sejarah

Kesulitan melacak sejarah Sasak juga disebabkan minimnya dokumentasi pada masa lalu. Babat-babat yang ada pun ditulis pada abad ke-15 hingga 18, setelah aksara Jejawen masuk melalui pengaruh Majapahit.

Aksara inilah yang kemudian memungkinkan Suku Sasak menulis dan merekam sebagian sejarahnya.

Tidak ada komentar:

Komentar Anda

Bagikan Artikel:

Total Tayangan Halaman