Bagaimana Ilmu Selak Diturunkan, TUSELAK III

Photo Ilustrasi


Menelisik Akar "Tuselak": Bagaimana Ilmu Gaib Ini Diwariskan dan Menyebar

Dalam dunia keilmuan gaib Suku Sasak, sosok Tuselak merupakan salah satu entitas yang paling disegani sekaligus ditakuti. Konon, ilmu ini pada mulanya merupakan ilmu putih, namun seiring berjalannya waktu dan salahnya penggunaan, ia bertransformasi menjadi ilmu hitam yang pekat. Ada yang menyebut istilah Tuselak berasal dari kata Tau Salak atau "Orang Salah".

Bagaimana sebenarnya ilmu ini "menemukan" generasi penerusnya? Berikut adalah tiga jalur utama bagaimana ilmu ini diturunkan di tengah masyarakat.

1. Jalur Pembelajaran Sengaja (Berguru)

Ini adalah jalur di mana seseorang secara sadar mencari seorang guru untuk mempelajari ilmu ini dengan motivasi tertentu, seperti ingin menjadi sakti atau alasan pribadi lainnya.

  • Prosesi: Calon murid harus membawa mahar yang dipersyaratkan, seperti ayam, periuk, benang, hingga Kepeng Tepong (uang logam kuno).

  • Ritual: Setelah janji setia diucapkan dan mantra dibisikkan ke telinga kiri murid di tengah kegelapan malam, prosesi "pembangkitan" dilakukan. Proses ini sangat bervariasi, mulai dari ritual mandi, bertapa, hingga pengolesan minyak atau bedak khusus.

  • Aplikasi: Setelah dianggap "jadi", murid akan dilatih untuk menguasai maye-maye (jiwa/roh) mereka, hingga mampu melintasi batas fisik, seperti menyentuh pintu rumah yang jauhnya ratusan meter atau terbang dengan sarana gaib.

2. Jalur Penurunan Keluarga (Langkah-Melangkahi)

Ilmu ini dapat berpindah secara otomatis kepada anggota keluarga terdekat—suami, istri, atau anak—melalui tindakan fisik tertentu oleh sang praktisi.

  • Ritual Pelangkahan: Sang Tuselak akan melangkahi anggota keluarganya yang sedang tertidur sebanyak tiga kali. Jika ini dilakukan, ilmu tersebut akan berpindah secara otomatis.

  • Tanda-tanda: Korban yang menerima "warisan" ilmu ini biasanya akan merasakan panas tubuh yang hebat dan rasa remuk di seluruh tulang belulang. Ini adalah tanda bahwa ilmu tersebut telah meresap ke dalam sel-sel tubuh mereka.

  • Gejala Awal: Seseorang yang baru terkena ilmu ini sering kali mencium bau nangka (yang sebenarnya berasal dari bau kotoran atau bangkai) dan memiliki dorongan untuk mencari makanan tersebut di malam hari tanpa sadar.

3. Jalur Penularan Melalui Mimpi (Dipilih oleh Ilmu)

Jalur ini dianggap yang paling mengerikan karena ilmu ini seolah mencari sendiri "wadah" yang cocok dengan sifat dasar seseorang.

  • Proses: Ilmu ini datang melalui mimpi buruk di mana sang calon target seolah diperlihatkan sosok mengerikan yang kemudian menyentuh bagian tubuh tertentu (seperti luka) hingga target merasakan sengatan energi kebiruan.

  • Kecocokan Sifat: Ilmu ini cenderung mengunci target yang memiliki kekosongan jiwa, jarang mengingat Tuhan, atau memiliki kerapuhan batin. Ketika jiwa seseorang kosong, ilmu ini masuk dan menjadikan tubuh tersebut sebagai rumah yang nyaman baginya.

Sebuah Catatan Penting

Apapun jalurnya, fenomena Tuselak tetap menjadi bagian dari cerita lisan yang hidup di masyarakat Sasak. Orang tua dulu sering berpesan, "Licik Nie Licik Aku"—sebuah peringatan bahwa kebenaran cerita ini bergantung sepenuhnya pada penutur pertamanya. Bagi masyarakat, kisah ini menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga batin dan spiritualitas agar tidak terjebak dalam dunia yang gelap.






Posting Komentar

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak