LOMBOK TIMUR: Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, tokoh masyarakat TGH. Jalaluddin Shodin, QH., S.Ag., Ash-Shaulatiy asal Dusun Bimbi Desa Rensing Raya Kec. Sakra Barat Lotim-NTB mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Dalam pesannya, ia mengajak umat Islam berhijrah dari kemalasan menuju kerajinan beribadah, dari kelalaian menuju ketaatan, dari mengeluh menuju bersyukur, serta dari amarah menuju kesabaran. Ia juga menekankan pentingnya menjauhi kesombongan dan prasangka buruk serta menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama.
Menurutnya, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat atau perubahan penampilan, melainkan perjalanan hati untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Proses tersebut tercermin dalam kesediaan memaafkan, bersabar menghadapi ujian, menerima takdir dengan lapang dada, dan tetap bersyukur dalam berbagai keadaan.
TGH. Jalaluddin menegaskan bahwa hijrah tidak berarti harus menjadi sempurna dalam sekejap, tetapi merupakan usaha berkelanjutan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya. Pergantian tahun diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat iman, membersihkan hati, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Pesan tersebut dikutip dari unggahan Facebook pribadi TGH. Jalaluddin Shodin pada Senin, 15 Juni 2026. Ia berharap Tahun Baru Hijriyah menjadi awal perubahan menuju pribadi yang lebih taat, berakhlak mulia, serta senantiasa mengharapkan rida Allah SWT.
