Foto dari Postingan FB Pak Gub L. M. Iqbal
Ada kabar yang sangat menyejukkan sekaligus membanggakan bagi kita masyarakat Nusa Tenggara Barat. Naskah kuno peninggalan Kesultanan Bima, Bo’ Sangaji Kai, baru saja secara resmi mendapatkan pengakuan dunia dalam Register Regional Memory of the World Asia-Pacific (MoWCAP) UNESCO.
Pengumuman bersejarah ini ditetapkan dalam Pertemuan Umum ke-11 MoWCAP yang berlangsung di Jakarta pada 5 November 2026. Pencapaian ini menjadi bukti otentik bahwa rekam jejak peradaban, tingkat literasi, serta sejarah luhur masyarakat NTB diakui memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan global.
Catatan Penting Peradaban dan Saksi Bisu Tambora 1815
Bagi yang belum terlalu familiar, Bo’ Sangaji Kai bukan sekadar naskah lama biasa. Naskah dokumenter Kesultanan Bima yang ditulis sepanjang abad ke-17 hingga ke-19 ini menyimpan catatan sejarah yang luar biasa kaya, mulai dari hukum adat istana, sistem pemerintahan, jaringan diplomasi, aktivitas perdagangan, hingga dinamika sosial masyarakat pada masanya.
Menariknya lagi, naskah ini juga menjadi salah satu rekam jejak saksi bisu yang mencatat kedahsyatan letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815 dari sudut pandang masyarakat lokal Bima.
Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Aset Pendidikan Masa Depan
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir secara langsung mewakili Pemerintah Provinsi NTB untuk menerima sertifikat pengakuan internasional tersebut. Beliau menegaskan bahwa komitmen Pemprov NTB tidak berhenti pada tahap pengarsipan atau sebatas bangga atas piagam penghargaan semata.
Langkah nyata berikutnya adalah memastikan nilai-nilai luhur dari Bo’ Sangaji Kai mendarat di tengah masyarakat. Salah satu rencana konkret yang disampaikan oleh Gubernur Iqbal adalah mengintegrasikan warisan bersejarah ini ke dalam dunia pendidikan:
"Kita jadikan itu salah satu bagian dari kurikulum pengajaran," tegas Gubernur Iqbal.
Rencana penguatan warisan budaya ini ke dalam kurikulum pengajaran, riset akademis, hingga pengembangan wisata edukasi berbasis budaya diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda NTB terhadap identitas lokalnya.
Keberhasilan luar biasa ini tentu lahir dari kerja keras dan kolaborasi banyak pihak. Apresiasi setinggi-tingginya patut kita sembahkan kepada Perpustakaan Nasional RI, Yayasan Museum Samparaja Bima, para sejarawan, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat yang konsisten merawat literasi budaya NTB hingga diakui panggung dunia.
Mari terus jaga, kenali, dan lestarikan warisan leluhur kita. Dari Bima untuk Indonesia dan Dunia!
Sumber & Referensi:
- Postingan Facebook Resmi Lalu Muhamad Iqbal (Gubernur NTB) Sabtu, 07 November 2026.
- Postingan Facebook Resmi Dinas Kebudayaan NTB, Jumat, 06 November 2026.
0 Komentar
Komentar Anda